
batampos– Seminggu kedepan curah hujan di wilayah Kepri, khususnya Batam lebih mendominasi. Meski sifatnya tak merata, namun prakiraan hujan turun lebih banyak dibanding cuaca cerah.
Bahkan untuk daerah pesisir pantai juga berpotensi terjadi puting beliung. Karena itu, masyarakat diharapkan berhati-hati atau waspada terhadap adanya pertumbuhan awan cumulonimbus.
Koordinator BMKG Hang Nadim Batam, Suratman mengatakan seminggu ke depan prakiraan cuaca lebih didominasi hujan. Untuk cuaca hujan saat ini disebabkan adanya fenomena pusaran tekanan rendah di sebelah timur Filiphina sehingga awan hujan melintas diatas Kepri.
“Kondisi tersebut menimbulkan hujan, sifatnya ringan hingga sedang. Untuk waktu juga tak menentu dan tak merata, ” ujar Suratman.
Menurut dia, hujan yang berlangsung juga bisa disertai angin kencang dan petir. Namun untuk angin, sifatnya tidak temporari atau terus menerus.
BACA JUGA: BMKG Prakirakan Intensitas Hujan Masih Tinggi Hingga Satu minggu Kedepan
“Angin kencang iya, tapi tidak terus terusan,” terang Suratman.
Tak hanya angin kencang, daerah Kepri, khususnya Batam juga berpotensi terjadi puting beliung, terutama di daerah pesisir pantai.Begitu juga di daerah laut, yang disebut “water spot” dapat terjadi kapan saja. Hal itu terjadi setelah terbentuknya awan Cumulonimbus (CB), baik darat maupun laut.
“Kondisi gelombang di laut saat ini masih normal. Namun bisa saja terjadi gelombang besar saat adanya pembentukan awan CB,” ujar Suratman.
Karena sudah memasuki musim penghujan, Suratman meminta warga untuk memperhatikan kondisi genangan air di sekitar rumah. Begitu juga dengan saluran drainase yang berpotensi menyebabkan banjir jika tersumbat.
“Perhatikan kondisi genangan air, karena dikhawatirkan menyebabkan penyakit , serta drainase tersumbat, untuk antisipasi tidak banjir, ” sebut Suratman. (*)
reporter: yashinta



