Minggu, 18 Januari 2026

Waspada Banjir Rob Akibat Super Blue Moon di Wilayah Pesisir Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Banjir rob yang masuk pekarangan warga, rumah, dan jalan di Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (21/2). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam memprakirakan ketinggian pasang air laut naik (banjir rob) akibat fenomena super blue moon. BMKG menginbau kepada warga pesisir di Kepri agar tetap waspada.

“Untuk masyarakat pesisir di beberapa wilayah di Kepri agar waspada terhadap adanya banjir rob dampak dari fenomena “Blue Moon”. Banjir rob ini bisa mempengaruhi aktifitas bongkar muat di pelabuhan dan aktifitas masyarakat yang bermukim di pesisir,” ujar Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Aprilia, Rabu (30/8).

Baca Juga: Karena Gaya Hidup, Milenial Terjebak Pinjol dan Paylater

Ia menerangkan, pada saat fenomena itu, membuat ketinggian air laut bisa naik mencapai 0,75 meter hingga 1,25 meter.

“Ketinggian air laut meningkat. Yang paling terasa itu pada kecepatan angin yang bisa mencapai 30 km per jam. Sementara normalnya itu hanya 8-10 km per jam,” katanya.

Aprilia menyebutkan, fenomena ini bisa dilihat tidak hanya di Kepri tetapi juga beberapa daerah di Indonesia.

Baca Juga: Dituntut 1 Tahun Penjara Karena Tampar Tetangga, Warga Baloi Menangis Minta Keringanan

“Jadi sangat memungkinkan bagi masyarakat bisa menyaksikan fenomena ini secara langsung, jika cuacanya cerah dan langit tidak tertutup awan,” kata Aprilia.

Fenomena itu merupakan bulan purnama, saat bulan yang posisinya di titik terdekat dengan bumi. Disebut super blue moon, karena terjadi dua kali purnama di bulan yang sama. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Update