Sabtu, 14 Februari 2026

Waspada Kasus DBD di Musim Hujan, Awal Januari 2024 Sudah Ada 5 Kasus DBD

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi anak demam. (jpg)

batampos– Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang perlu diwaspadai pada saat musim penghujan saat ini. Penyakit tersebut ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypty betina yang terinfeksi virus dengue.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam tercacat, baru sepakan di tahun 2024 ini sudah ada lima kasus DBD. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, penyebaran kasus DBD ini cukup merata di seluruh kecamatan di wilayah Kota Batam.

“Ya, data ini sampai 7 Januari 2024 ada 5 kasus DBD, ” sebut Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi, Selasa (9/1).


Menurutnya, jika melihat data beberapa tahun terakhir, kasus DBD seringkali muncul di musim pancaroba, khususnya bulan Januari seperti sekarang ini. Tingginya curah hujan mempengaruhi peningkatan kasus DBD. Genangan air timbul setelah hujan berpotensi menjadi sarang nyamuk berkembangbiak.

Selain itu, jenis nyamuk ini berkembang biak di genangan air, terutama wadah atau tempat penampungan air. Hal inilah yang menyebabkan DBD sering terjadi kala musim penghujan.

Penderita DBD kata Didi, biasanya merasakan gejala berupa nyeri otot dan tulang, demam, sakit kepala, serta muncul bintik bintik merah di kulit. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini juga berisiko menimbulkan komplikasi syok dan perdarahan.

“Oleh karna itulah masyarakat perlu mengetahui penyebab penyakit DBD, mengenali tanda dan gejalanya, sehingga mampu mencegah dan menanggulangi dengan baik,” tuturnya

BACA JUGA: Antisipasi Sebaran DBD, Legenda Bali Di-fogging

Didi menambahkan, Dinkes Kota Batam terus berupaya mengendalikan kasus DBD dengan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kesehatan lingkungan dan termasuk juga mengimplementasikan gerakan satu rumah satu jumantik dengan menunjuk juru pemantau jentik (jumantik) memantau dan memastikan tak ada jentik di lingkungan masing-masing.

“Kita juga minta semua kasus tersangka deman wajib dilaksanakan penyelidikan epidemiologi DBD dan melaporkan ke Dinas Kesehatan Batam, ” tuturnya.

Langkah ini dinilai sangat efektif melihat data kasus DBD di sepanjang tahun 2023 lalu yang turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana di tahun 2023 ada 376 kasus DBD.

Jumlah tersebut berbeda jauh jika dibandingkan dengan tahun lalu yang berjumlah 902 kasus.

Bahkan selain kasus yang turun signifikan, angka kematian akibat DBD di Batam juga menurun dibandingkan tahun lalu. Dimana tahun ini ada tiga orang warga Batam yang meninggal akibat DBD yakni satu orang anak dan dua orang dewasa.

“Selain pengawasan, kami juga terus mendorong masyarakat agar menggalakan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di wilayah sekitar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Y

Update