Sabtu, 17 Januari 2026

Waspadai Kehamilan di Luar Kandungan, Kenali Gejala dan Pencegahannya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSUD Embung Fatimah Batam, dr. Erika Kusumawardani, Sp, OG.

batampos – Kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan adalah kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, umumnya di tuba falopi. Kehamilan ini tidak dapat berkembang secara normal dan berpotensi mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Oleh karena itu, penting bagi setiap wanita untuk mengenali tanda-tanda kehamilan ektopik sejak dini.

“Kehamilan ektopik dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting bagi wanita untuk lebih waspada terhadap gejala-gejala awal dan segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami keluhan yang mencurigakan,” ujar dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSUD Embung Fatimah Batam, dr. Erika Kusumawardani, Sp, OG.

Beberapa gejala yang dapat menandakan adanya kehamilan ektopik antara lain nyeri pada perut bagian bawah hingga panggul, perdarahan ringan dari jalan lahir, serta terlambat menstruasi.

Baca Juga: 48 Travel Umrah di Batam Berizin, Ini Cara Cek Legalitas dan Pelayanannya

Dalam kondisi yang lebih serius, seperti ketika tuba falopi pecah atau robek, wanita dapat mengalami nyeri hebat, pusing, pucat akibat anemia, bahkan pingsan karena kehilangan banyak darah.

Kehamilan ektopik tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga berisiko mengancam nyawa jika terjadi perdarahan hebat. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan USG sejak dini untuk memastikan apakah kehamilan berkembang di dalam atau di luar rahim.

Pencegahan kehamilan ektopik dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti menghindari perilaku seks bebas yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada organ reproduksi. Selain itu, berhenti merokok juga dianjurkan karena kebiasaan ini dapat mempengaruhi kesehatan tuba falopi dan meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Melakukan pemeriksaan darah secara berkala juga penting untuk mendeteksi adanya gangguan hormon atau infeksi yang dapat mempengaruhi kehamilan. Pemeriksaan USG sejak awal kehamilan menjadi langkah penting agar dokter dapat memastikan lokasi kehamilan dengan lebih cepat dan memberikan tindakan yang diperlukan jika ditemukan kehamilan ektopik.

Jika seseorang terdiagnosis mengalami kehamilan ektopik, terdapat beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan, tergantung pada kondisi pasien. Salah satu metode yang sering digunakan adalah bedah laparoskopi, yaitu prosedur pengangkatan jaringan kehamilan dengan menggunakan tabung kamera kecil melalui sayatan kecil di perut.

Baca Juga: RDP DPRD Batam Bahas Lahan Fasum Central Hills, Developer Mangkir

Dalam kasus yang lebih serius atau jika terjadi pecahnya tuba falopi, dokter mungkin akan melakukan bedah laparotomi. Prosedur ini melibatkan sayatan yang lebih besar di perut untuk mengangkat jaringan kehamilan serta memperbaiki atau mengangkat tuba falopi yang rusak guna mencegah komplikasi lebih lanjut.

Selain tindakan bedah, pemberian obat methotrexate juga dapat menjadi pilihan bagi beberapa pasien. Obat ini diberikan melalui suntikan untuk menghentikan pertumbuhan jaringan kehamilan yang tidak normal, sehingga tubuh dapat menyerap kembali jaringan tersebut tanpa perlu tindakan operasi. Namun, efektivitas metode ini tergantung pada kondisi kesehatan pasien serta usia kehamilan ektopik tersebut.

Humas RSUD Embung Fatimah Batam, Ellin Sumarni, juga menegaskan bahwa pihak rumah sakit siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dalam menangani kasus kehamilan ektopik. Ia mengimbau agar setiap wanita yang sedang merencanakan kehamilan melakukan pemeriksaan rutin guna memastikan kesehatan reproduksi mereka serta mencegah terjadinya komplikasi yang berbahaya.

“Fasilitas dan petugas kita sudah cukup lengkap dan lakukan pemeriksaan rutin guna memastikan kesehatan reproduksi,” ujar Ellin. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Update