Jumat, 27 Februari 2026

Wirya Silalahi: Pengelola Bandara Hang Nadim harusnya Prioritaskan Kenyamanan Penumpang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Suasana Bandara Internasional Batam (BIB) Hang Nadim. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Untuk mendukung Batam jadi tujuan wisata, semua pintu kedatangan baik itu lewat laut dan udara, harus memberi pelayanan terbaik. Sebab di jaman modern ini, pengalaman seseorang yang dituangkan di medsos sangat berpengaruh. Apalagi pengalaman yang dituangkan di medsos atau lewat media lain itu soal pengalaman tak menyenangkan ketika baru tiba di suatu daerah.

Seperti pengalaman pengunjung ke Batam baru baru ini ke Batam. Kepada anggota DPRD Kepri dari Partai Nasdem Wirya Putra Silalahi, pengunjung tersebut mengeluhkan pelayanan PT Bandara Internasional Batam (BIB) sebagai pengelola bandara Hang Nadim.

Dimanaz, kata Wirya, di pintu kedatangan, saat penumpang pesawat baru keluar dari gedung akan menemukan kesemrawutan. Sangat terasa sekali pengelola bandara memperioritaskan taksi bandara daripada kenyamanan penumpang yang baru tiba di Batam.

Wirya Putra Silalahi

”Tempat yang di design untuk tempat penumpang pickup area, ditutup, karena daerah itu kelilhatan diprioritaskan bagi Taksi Bandara mengambil penumpang. Sedangkan penumpang yang tidak menggunakan taksi bandara, harus pergi ke pickup area yg terbuka, sehingga bila kondisi hujan, penumpang harus rela basah kuyup. Terkesan manajemen bandara Hang Nadim sangat mengistimewakan Taxi Bandara. Ini aneh, karena di mana saja bandara di dunia ini, yg menuadi prioritas pelayanan adalah penumpang, bukan taksi,” ujar Wirya.

BACA JUGA:Wirya Silalahi: Uang SPP SMK di Batam Tinggi

Untuk itu, Wirya meminta kepada Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam Rudi untuk membicarakan ini kepada pengelola bandara. ”Karena kita ingin Batam ini jadi tujuan wisata yang menyenangkan. Pendatang seharusnya diberi pelayanan terbaik, pengelola bandara Hang Nadim jangan memperioritaskan sesuatu dan mengabaikan kenyamanan penumpang yang baru tiba di Batam sehingga Batam jadi benar benar tujuan wisata kelas dunia,” saran Wirya.

Apalagi kata Wirya, Bandara Hang Nadim sebagai bandara internasional harus lebih mengedepankan pelayanan dan kenyamanan, sehingga pengunjung akan senang bila tiba di Batam.

”Jangan sampai nanti, fasilitas sarana dan prasarana Bandara Hang Nadim sudah berkelas internasional dengan kapasitas penumpang melebihi 5 juta penumpang per tahun, tetapi pelayan terhadap penumpang masih sangat rendah, seperti pelayanan penumpang sekelas kabupaten,” bebernya. (*)

SALAM RAMADAN