
batampos – Mobil Toyota Yaris merah dengan nomor polisi BP 1651 CO kini menjadi pusat perhatian di halaman Satlantas Polresta Barelang. Mobil itu menjadi barang bukti utama dalam kasus kecelakaan maut yang terjadi di depan PT Trakindo, Jalan Yos Sudarso, Batuampar, Minggu (19/10) pagi.
Dari pantauan di Unit Laka Satlantas Polresta Barelang, kondisi mobil menunjukkan betapa kerasnya benturan yang terjadi. Bumper depan hancur, kap mesin terlipat, dan lampu utama pecah.
Bagian belakang pun tampak tak kalah parah. Bemper terlepas, pintu bagasi penyok, serta bodi belakang remuk akibat benturan beruntun setelah menabrak lapak pedagang buah di tepi jalan.
Baca Juga: Yaris Tabrak Rombongan Ibu-Ibu di Batu Ampar, Satu Orang Meninggal
Kasubnit Gakkum Satlantas Polresta Barelang, Ipda Rambe, menyebutkan mobil tersebut dikemudikan oleh seorang perempuan berinisial KS (38). Mobil melaju dari arah Batuampar menuju Seraya Atas sebelum akhirnya hilang kendali di depan PT Trakindo.
“Kendaraan tiba-tiba tidak terkendali dan menabrak empat orang yang sedang berteduh di lapak penjual buah di pinggir jalan,” ujar Rambe, Minggu (19/10) siang.
Benturan keras itu menewaskan satu korban, KM (51), di tempat kejadian. Tiga orang lainnya, SR (56), AF (47), dan SM (49), mengalami luka berat dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Berdasarkan laporan medis, SR mengalami luka di bagian dada, AF patah di pinggul dan pinggang, sedangkan SM mengalami luka di mulut dan kaki.
Menurut keterangan polisi, setelah tabrakan terjadi, mobil sempat terpental beberapa meter sebelum berhenti dengan kondisi rusak total. Warga sekitar langsung berdatangan dan membantu mengevakuasi para korban ke rumah sakit.
Kasus ini kini dalam penyelidikan mendalam oleh Satlantas Polresta Barelang. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. “Kita akan periksa apakah ada faktor teknis pada kendaraan atau murni kelalaian pengemudi,” jelas Rambe.
Baca Juga: Polisi Tangkap Juara si Pengedar Ganja di Bukit Senyum, Sita Hampir 3 Kg Barang Bukti
Warga yang berada di lokasi mengaku masih terkejut melihat kondisi mobil setelah kejadian. “Mobilnya rusak parah sekali, kayak habis ditabrak dari dua arah,” ujar Maman, seorang saksi di lokasi.
Ia mengatakan, suara benturan terdengar keras hingga membuat pedagang dan pengendara di sekitar panik.
Sementara itu, lapak pedagang buah yang tertabrak mobil juga mengalami kerusakan berat. Sejumlah gerobak dan tenda hancur, serta dagangan berserakan di jalan. Pedagang mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah akibat kejadian tersebut.
Polisi mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati saat berkendara, terutama di kawasan padat aktivitas warga seperti Batuampar. “Fokus berkendara, patuhi rambu, dan jangan memacu kendaraan di atas batas aman. Kecelakaan seperti ini bisa terjadi hanya dalam hitungan detik,” pungkas Rambe. (*)
Reporter: Eusebius Sara



