batampos – Penyidik Polsek Batuaji berusaha secepat mungkin mengungkap motif pembunuhan terhadap Te, mantan Direktur RSUD Padangsidempuan oleh suaminya sendiri, Ahmad Yuda Siregar. Polisi menelusuri kebenaran pengakuan pelaku dengan mendatangi sejumlah lokasi kejadian, Senin (13/11).
Batam Pos yang ikut dalam penelusuran tersebut, pelaku sepertinya sudah memiliki perencanaan yang matang untuk meng-habisi istrinya. Ini terlihat dengan upaya pelaku yang membeli perlengkapan untuk menghabisi korban seperti pertalite eceran dan tabung gas. Ada dua tempat untuk membeli pertalite eceran di sekitar lokasi kejadian. Tak hanya itu, pelaku juga membeli gas melon di dekat tempat tinggalnya. Dalam penelusuran tersebut pelaku juga menunjukkan salah satu kos-kosan tak jauh dari rumahnya yang disebut sebagai tempat yang biasa dia datangi.
Apa hubungan dengan kos-kosan tersebut dengan peritiwa tragis ini, belum bisa dipastikan sebab pelaku hanya mengaku mengambil tabung gas melon. Namun ketika didatangi polisi, kos-kosan tersebut sedang tak berpenghuni dan dikunci.
Warga sekitar menyebutkan kos-kosan tersebut milik keluarga pelaku, sehingga pelaku sering bertandang ke sana. Lokasinya seberang rumah korban yang dibatasi drainase besar.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Asmir menuturkan, penelusuran keterangan pelaku ini untuk memastikan benar atau tidak pengakuannya. ”Semua informasi dari dia kami telusuri,” ujar Asmir.
Pelaku terlihat tidak terlalu banyak bicara lagi. Dia hanya mengelak jika disebutkan dia dan korban memiliki empat mobil mewah di rumah tersebut.
”Tak ada itu. Hanya satu (Toyota Alphard) hitam yang parkir itu saja. Lainnya rental itu,” ujarnya. Begitu juga motif pembunuhan, saat ditanya, pria plontos ini enggan berkomentar banyak lagi.
Is, warga yang rumahnya tak jauh dari TKP atau rumah korban, mengaku selalu ada empat mobil yang parkir di garasi depan ketika korban dan pelaku berada di rumah tersebut. Empat mobil ini adalah dua Toyota Alphard, satu Fortuner dan satu Honda Brio merah.
Namun demikian, para tetangga tidak tahu persis apakah semua mobil itu punya pelaku atau korban. ”Ibu itu (korban) sudah dua minggu (sebelum ditemukan tewas) di sini.
Beberapa hari sebelum meninggal juga terdengar ibu itu karaoke di dalam rumah. Dia keluar, saya sempat tegur. Tanya lagi liburan ya bu?, dia hanya tersenyum saja. Tak ada percakapan kami. Ibu itu jarang di sini,” ujar Is.
Pas di hari peristiwa tragis, Is dan warga sekitar tidak mendengar bunyi atau kejadian yang aneh. Semua berjalan biasa saja. Mereka kaget ketika ramai polisi dan penyidik di pagi harinya.
”Kejadian malam itu, mung-kin sudah tidur semua orang. Tak ada bunyi ledakan atau kebakaran. Kaget pagi sudah ramai polisi. Rumah ibu itu diberi garis pembatas,” kata Is.
Dokumen dan Mobil Korban Masih Misterius
Polsek Batuaji terus mendalami motif pembunuhan Te, mantan direktur RSUD Padangsidempuan oleh Ahmad Yuda Siregar, suami korban.
Yuda mengaku nekat membunuh karena masalah asmara. Korban yang sudah menjadi istri sahnya disebut menjalani hubungan dengan pria lain. Namun pengakuan pelaku ini belum sepenuhnya diyakini polisi, sebab barang bukti dan keterangan saksi bertentangan. Dokumen penting korban sempat dibawa Yuda. Satu unit mobil Toyota Alphard milik korban juga belum diketahui keberadaannya. Ini memperkuat dugaan motif pembunuhan ini karena masalah harta.
Seperti diketahui, korban adalah istri keempat pelaku. Sedangkan pelaku adalah suami kedua korban. Korban adalah orang penting yang dikenal memiliki banyak harta dan aset di tempat asalnya di Padangsidempuan.
Korban dan pelaku baru dua tahun menikah dan belum memiliki anak. Anak-anak korban merupakan anak dari suami pertamanya. Kuat dugaan motif pembunuhan ini karena pelaku ingin me-nguasai harta korban.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Asmir belum mau berkomentar banyak terkait motif pembunuhan tersebut. Namun, dia mengiyakan kalau motifnya agak rumit dan dimulai dengan motif asmara.
”Sementara asmara dulu. Tapi masih terus kita dalami,” ujar Asmir, singkat.
Hingga Senin (13/11), penyidik Polsek Batuaji masih memeriksa pelaku dan keterangan saksi lainnya. Yuda masih pelaku tunggal.
Pembunuhan Te oleh Ahmad Yuda sepertinya dipenuhi amarah dan dendam. Hasil olah TKP polisi dan keterangan pelaku, korban dihabisi secara brutal berulang kali oleh pelaku dengan batang kayu.
Pelaku bahkan sempat berulang kali memastikan kematian korban. Ketika korban sudah tak bergerak dia lagi-lagi melayangkan tinju ke wajah korban. Pelaku bahkan membakar jenazah korban dan menutupinya dengan kantong plastik.
”Seperti orang kerasukan. Amarahnya menggebu-gebu,” ujar sumber Batam Pos.
Di lain pihak, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Budi Hartono mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan waktu untuk mencari dan melacak keberadaan Ahmad Yuda. Sebab, pelaku mengubah penampilan dan kerap berganti nomor ponsel.
”Nomor ponsel pelaku se-lalu ganti-ganti. Alhamdulillah berhasil kita track (lacak),” ujar Budi di Mapolresta Barelang, Senin (13/11).
Diketahui, pelaku melarikan diri dari Batam dua hari setelah beraksi. Awalnya, pelaku menuju Jakarta menggunakan pesawat dan ke Sumatra menggunakan jalur darat.
”Sempat ke Palembang, Pekanbaru, bolak-balik. Akhirnya kita tangkap di Pekanbaru,” kata Budi.
Budi mengatakan pelaku sudah merencanakan pembunuhan dan pelariannya. Rencananya, pelaku akan bersembunyi ke Sumatra Utara. ”Sudah direncanakan,” ungkapnya.
Disinggung motif pelaku untuk menguasai harta milik korban, seperti mobil dan sertifikat rumah, Budi enggan menjawabnya. ”Nanti Pak Kapolres yang akan menjelaskan detailnya. Akan dieskpose,” ujarnya.
Te, dikenal sebagai orang terpandang di Padangsidempuan. Dia juga memiliki banyak aset mewah di Batam. Rumah lantai dua lokasi kejadian disebut atas namanya.
Begitu juga dengan dua unit mobil Toyota Alphard yang disebutkan warga sekitar adalah milik korban. Polisi masih mencari satu unit mobil Toyo-ta Alphard sebab di depan rumah terlihat hanya satu unit mobil Toyota Alphard lainnya berwarna hitam.
”Semua masih dalam penyelidikan,” kata Asmir.
Kasus pembunuhan Te, mantan pejabat di Padangsidempuan ini, mendapat perhatian dari Paguyuban Ikatan Keluarga Padangsidimpuan Kota Batam. Paguyuban ini berulang kali mendatangi Polsek Batuaji untuk memberikan apresiasi kepada polisi atas pengungkapan pelaku pembunuhan tersebut. Mereka minta polisi menyelesaikan perkara ini dengan baik dan pelaku bisa dihukum yang setimpal.
”Sadis perbuatannya. Ini pantasnya dihukum mati. Kami dari Ikatan Keluaraga Padangsidimpuan apresiasi dengan kerja cepat polisi. Semoga selalu profesional mengayomi masyarakat. Terima kasih buat jajaran Polresta Barelang dan Polsek Batuaji,” ujar Borkat Siregar, wakil ketua umum Ikatan Keluarga Padangsidimpuan Kota Batam. (*)
Reporter : Eusebius Sara / Yofi Yuhendri
Editor : RYAN AGUNG



