Kamis, 13 Juni 2024
spot_img

14.426 UMKM di Kepri Mendapat Sertifikat Halal lewat Program Sehati, Paling Banyak di Batam

Berita Terkait

spot_img
Festival Ekonomi Syariah BI Kepri 3 F Cecep Mulyana e1716999105370
Empat orang narasumber menjadi pembicara pada acara sharia forum Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kepri di Politenik Batam, Rabu (29/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Sekretaris Satgas Halal Kanwil Kemenag Kepri, Titik Hindon mengungkapkan, bahwa Kemenag RI telah menjalankan Program Sehati guna memberikan kemudahan bagi UMKM untuk mengurus sertifikasi halal. Di tahun 2023, Kemenag RI melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) telah memberikan kuota 1 juta sertifikat halal gratis bagi UMKM.

“Alhamdulillah, hanya dalam waktu kurang dari lima bulan, kuota 1 juta sertifikat halal itu sudah terpenuhi. Artinya minat pelaku UMKM untuk mengurus sertifikasi halal sudah cukup tinggi,” jelas Titik dalam seminar Sharia Forum Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2024 di Auditorium Poltek Batam, Rabu (29/5).

Di Kepulauan Riau fasilitas Program Sehati yang digerakkan Satgas Halal, mencapai 14.426 sertifikat. Dari seluruh fasilitas itu, sebagian besarnya dikeluarkan untuk UMKM di Kota Batam, yakni sekitar 8.900 sertifikat. Menurut Titik, hal ini menandakan jumlah dan keaktifan UMKM di Batam untuk mengurus sertifikasi halal sudah besar.

Baca Juga: Permudah Konsumen dan Pengusaha, Sertifikat Halal Didukung Teknologi Blockhain

Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Halal dan LPH Politeknik Negeri Batam, Muhammad Zaenuddin, menegaskan, bahwa label halal tidak hanya disematkan untuk produk-produk makanan dan minuman saja, melainkan produk di lingkup barang dan jasa.

“Kehalalan suatu produk juga mempertimbangkan alasan kesehatan, di mana, makanan dan minuman yang halal bisa dipastikan higienis dan tidak berbahaya bagi kesehatan,” ujar Zaenuddin.

Baca Juga: Tolak Rencana Tapera, Ini Kata Apindo Batam

Ia juga menyoroti, produk halal memiliki prospek bisnis yang menjanjikan, mengingat label halal memberikan nilai tambah tersendiri bagi produk. Populasi umat muslim di dunia juga cukup besar, mencapai 28,68 persen dari populasi dunia, atau mencapai 2,18 miliar orang. Sementara, populasi muslim di Indonesia mencapai 237.641.326 penduduk, atau sekitar 87,18 persen. (*)

 

Reporter: Yulitavia

spot_img

Update