Kamis, 8 Desember 2022

Dua Terdakwa Dugaan Korupsi di SMKN 1 Batam Mangkir di Persidangan Perdana

spot_img

Berita Terkait

spot_img
smkn 1
Penahanan tersangka kasus dugaan korupsi dana BOS di SMK Negeri 1 Batam oleh Kejari Batam.

batampos – Dua terdakwa dugaan korupsi di SMKN 1 Batam yakni mantan Kepala SMKN 1 Batam, LLS dan Bendahara Dana BOS SMKN 1 Batam, WD, sempat mangkir di persidangan perdana. Alasannya, karena belum menerima BAP turunan meski sudah dipanggil untuk sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang.

Kasi Pidsus Kejari Batam, Aji Sastrio, mengatakan, sidang perdana dugaan korupsi SMKN 1 Batam yang seharusnya dilaksanakan pada Kamis (3/11) lalu akhirnya batal. Padahal, agenda sidang hari itu adalah pembacaan dakwaan.

”Sidang pembacaan dakwaan ditunda Kamis (10/11) ini. Pada sidang sebelumnya, kedua terdakwa tak datang memenuhi panggilan untuk sidang,” ujar Aji, kemarin.

Baca Juga: KSOP Khusus Batam Cek Kelayakan dan Fasilitas Kapal

Dikatakan Aji, kedua terdakwa yang ditahan di Rutan Tanjungpinang sudah dipanggil secara resmi untuk mengikuti proses persidangan. Namun, saat sidang akan dimulai, ternyata kedua terdakwa tidak hadir.

”Kami sudah panggil, namun terdakwa tak mau datang,” jelas Aji.

Ketidakhadiran kedua terdakwa sempat membuat hakim berang. Keduanya dinilai tidak kooperatif, karena mengabaikan panggilan penegak hukum.

Baca Juga: Kasus Korupsi di Pegadaian Syariah Batam, Jaksa Masih Periksa Saksi

”Mereka tak kooperatif. Perbuataan mereka akan jadi pertimbangan kami juga nantinya,” sebut Aji.

Masih kata Aji, usai sidang itu, pihaknya langsung melayangkan surat pemanggilan sidang untuk kedua kalinya.

”Kami harap pada sidang selanjutnya, kedua terdakwa dapat hadir. Karena jika tak hadir, akan ada pemanggilan paksa,” tegas Aji.

Baca Juga: Mengenal Lempeng Dangai, Kudapan Asin Gurih untuk Sarapan dan Makan Siang di Bumi Melayu

Sebelumnya, penyidik Kejari Batam menetapkan dua orang tersangka atas dugaan korupsi penyalahgunaan dana Bos tahun anggaran 2017-2019 pada tanggal 17 Oktober lalu.

Dalam proses penyidikan, penyidik menemukan dugaan korupsi hampir Rp 2 miliar. Namun, berdasar hasil perhitungan BPKP Kepri, hanya menemukan kerugiaan negara Rp 468 juta.(*)

Reporter: Yashinta

spot_img
spot_img
spot_img

Update