Sabtu, 10 Desember 2022

Kasus Covid-19 di Kepri Naik Akibat Varian XBB, Kadinkes: Jangan Panik

spot_img

Berita Terkait

spot_img
uji sempel covid e1643272652393
Ilustrasi. Pengujian sempel covid di BPKLP Batam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kasus Covid-19 di Kepri terus naik seiring merebaknya varian XBB. Saat ini tercatat ada sebanyak 150 kasus aktif di Kepri, dengan keterisian rumah sakit 4,88 persen dan positivity rate 9,37 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mohammad Bisri mengatakan dari 150 kasus aktif, ada beberapa persen varian XBB, lalu delta, dan omnicron.

“Namun, ke depan XBB ini akan menjadi dominan,” kata Bisri.

Baca Juga: Kecelakaan di Barelang, Dua Remaja Terkapar Tak Sadarkan Diri

Saat ditanyakan alasan mengenai kasus XBB di Kepri terbanyak se-Indonesia, Bisri mengatakan varian XBB pertama kali di temukan di Singapura. Sedangkan, lalu lintas orang dari Batam ke Singapura atau sebaliknya, saat ini cukup ramai.

Sehingga, inilah menjadi salah satu alasan, varian XBB ramai ditemukan di Kepri. “Paling banyak di Batam, namun ada juga di beberapa daerah lainnya di Kepri yakni Karimun, Bintan dan Tanjungpinang,” ungkap Bisri.

Meskipun mulai ada peningkatan kasus Covid-19 di Kepri, Bisri meminta masyarakat jangan panik. Sebab kenaikan ini adalah hal biasa, jika ada temuan varian baru.

“Jadi konsepnya begini, positif tidak masalah, asal tidak sakit. Sakit tidak apa-apa, tapi ringan. Jika sakit, ditangani di rumah sakit,” ungkap Bisri.

Baca Juga: Meriahnya Pawai Tatung di Batam

Selain itu, saat ini secara alami Covid-19 semakin melemah. Sebab, masyarakat sudah memiliki antibodi.

“Nah saat ini yang perlu diperhatikan, bagaimana memperkuat antibodi, makan dan minum yang cukup dan meminum suplemen. Selain itu jangan lupa berjemur,” ucap Bisri.

Sebelumnya disebutkan, varian XBB ini akan menjadi dominan dalam waktu 3 bulan ke depan. Namun, sejauh ini varian XBB tak jauh beda dengan varian Covid-19 lainnya.

Vaksin Covid-19 sejauh ini masih dapat mengatasi varian ini. “Paling cirinya batuk, pilek, tidak bisa membau,” ungkap Bisri. (*)

 

 

 

Reporter : FISKA JUANDA

spot_img
spot_img
spot_img

Update