
batampos – Harga telur ayam buras di pasaran Batam naik sejak sepekan terakhir. Kenaikan harga telur diduga karena tingginya permintaan di daerah penghasil.
Saat ini di pasaran Batam harga telur terpantau Rp 53-57 ribu per papan isi 30 butir. Padahal sebelumnya, harga telur sempat turun drastis dan menyentuh Rp 39 ribu per papan.
Risma, pedagang di Pasar Botania Batam Center mengatakan kenaikan harga telur ayam buras sudah terjadi sejak 10 hari jelang puasa. Namun mendekati puasa, harga telur ayam buras pun kembali naik.
“Sekarang Rp 54-57 ribu per papan,” ujar Risma.
Baca Juga: Arus Penumpang di Pelabuhan Batamcenter Sepi
Ia menduga, harga telur ayam buras akan kembali naik, terutama di pertengahan bulan puasa, karena permintaan yang tinggi. Sedangkan untuk saat ini, permintaan telur masih dikatakan normal.
“Untuk permintaan biasa saja, meningkat sedikit saja dibanding biasa. Harga naik, karena memang dari Medan,” ungkap Risma.
Tak hanya di pasaran, harga telur naik juga terpantau di sejumlah swalayan. Di swalayan kawasan Nongsa misalnya, harga telur dijual Rp 53-55 ribu per papan. Sedangkan untuk perpack isi 10 butir Rp 18-19 ribu.
Baca Juga: Safari Ramadan Pimpinan dan Pejabat Kota Batam Mulai Hari Ini
Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau tak menampik adanya kenaikan harga telur ayam buras. Hal itu dikarenakan, harga telur dari daerah penghasil yang naik.
“Untuk telur memang naik dari daerah penghasil, namun kami juga minta distributor untuk bisa menekan keuntungan,” ujar Gustian.
Meski harga naik, ternyata permintaan telur di Batam tak terlalu mengalami peningkatan. Kalaupun meningkat hanya beberapa persen.
Baca Juga: Cuaca Panas Hingga Akhir Maret
“Permintaan biasa saja, kalaupun naik itu hanya sedikit, ” kata Gustian.
Selain itu, Gustian juga memastikan ketersediaan stok telur di Batam. Menurutnya, stok telur untuk menghadapi bulan puasa dan lebaran nanti lebih dari cukup.
“Yang paling penting stok telur aman, tak ada kosong,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yashinta



